Ketika itu saya sedang dalam keadaan bingung mencari pekerjaan. Lalu saya membaca baca koran, dan saya melihat ada lowongan jasa pengeleman teh celup dengan upah 70 ribu sekotak. Segera saya mendatangi alamat kantor pt hadena purwokerto.
Sampai di sana saya disuruh mengantri pendaftaran dan membayar 5000 untuk biaya pendaftaran katanya. Saya melihat orang -orang sekitar saya kelihatannya adalah orang orang yang juga sedang mencari pekerjaan, ada di antara mereka pasangan muda yang baru menikah, ibu ibu. Lalu saya masuk untuk wawancara, disana saya diwawancarai oleh seorang bapak. Sya cuma dijelaskan cara mengelem teh, lalu disuruh mbayar 270 ribu untuk biaya keanggotaan katanya. Alangkah jahatnya! Saya tidak begitu memperhatikan wajahnya yang seakan ada keraguan karena mnipu orang. Penipu!
Lalu tanpa pikir panjang saya segera ambil uang saya karena keadaan saya yang beberapa minggu ini lagi bingung nyari kerja. Melamar di toko toko juga ditolak. Ternyata saya baru sadar setelah sampai di rumah kalo saya ditipu. Saya disuruh nyari anggota lain agar saya bisa mengelem teh celup. KENAPA MEREKA TIDAK MENERANGKAN HAL HAL YANG HARUSNYA DITERANGKAN??!!
Saya
memperingatkan! Apakah mereka tidak tahu bahwa diantara orang yang
sedang bingung mencari kerja lalu membaca lowongan pengeleman,
setelah datang mereka tidak diterangkan hal hal yang seharusnya
diterangkan, ditipu dengan keterangan yang disembunyikan. Setelah
sampai di rumah baru sadar bahwa mereka ditipu.
Sungguh
jika kalian tidak berhenti dari pekerjaan yang haram ini, kalian
hanya memasukkan api neraka ke perut kalian dan anak istri kalian.
Siapa yang menipu, maka ia bukan umat nabi saw.
Dari
Abu Hurairah bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW. Pernah lalu dekat
setumpukan makanan, lalu dimasukannya tangannya ke dalam tumpukan
tersebut. Ditemukannya di dalam basah. Beliau berkata: “Ada apa ini
hai penjual makanan?” Penjual berkata: “Itu dikenai hujan ya
Rasul Allah” Nabi berkata: “kenapa yang basah itu tidak kamu
letakkan di atas supaya dilihat oleh pembeli?, siapa yang menipu
tidaklah termasuk umatku.” (HR Muslim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar